Buah Keluwek: Si Hitam Beracun yang Jadi Rahasia Lezatnya Masakan Nusantara

Infarm
16 April 2026
.
Buah Keluwek: Si Hitam Beracun yang Jadi Rahasia Lezatnya Masakan Nusantara
1718
.

Buah keluwek (Pangium edule) adalah salah satu bahan masakan khas Indonesia yang dikenal karena perannya dalam memberikan cita rasa unik pada masakan Nusantara. Meskipun terkenal sebagai bahan baku untuk membuat rawon, keluwek juga memiliki fakta menarik, mulai dari proses pengolahan yang unik hingga kandungan racunnya yang perlu diwaspadai. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang buah keluwek! 

Apa Itu Buah Keluwek? 

Keluwek adalah buah dari pohon keluwek, yang merupakan tanaman tropis asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Buah ini tumbuh di daerah rawa-rawa atau tanah lembap dengan ketinggian rendah.

Ciri-ciri Buah Keluwek:

  • Bentuk: Bulat atau oval dengan diameter sekitar 7–10 cm.
  • Kulit: Tebal, keras, dan berwarna cokelat tua kehitaman.
  • Isi: Terdapat beberapa biji di dalam buah, masing-masing berbentuk pipih dan berwarna cokelat muda saat segar, lalu berubah menjadi hitam setelah difermentasi.
  • Aroma: Setelah diolah, keluwek memiliki aroma khas yang gurih dan sedikit asam.

Kandungan Racun dalam Buah Keluwek

Buah keluwek segar mengandung senyawa beracun bernama asam sianida (hydrocyanic acid) yang dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi mentah. Oleh karena itu, biji keluwek harus melalui proses pengolahan tertentu untuk menghilangkan kandungan racunnya.

Gejala keracunan sianida meliputi:

  • Mual, muntah, dan diare.
  • Pusing, lemas, hingga hilang kesadaran.
  • Dalam kasus ekstrem, dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kematian.

Proses Pengolahan Keluwek

Untuk menghilangkan racun dan menjadikan keluwek aman dikonsumsi, biji keluwek melalui beberapa tahap pengolahan, yaitu:

  1. Pemanenan dan Pengupasan:
    Buah keluwek dipetik ketika sudah matang, lalu dipecah untuk mengambil bijinya.
  2. Perebusan:
    Biji keluwek segar direbus untuk mengurangi kadar racun dalam biji.
  3. Fermentasi:
    Biji yang sudah direbus kemudian dikubur dalam tanah, abu, atau pasir lembap selama 40–60 hari. Proses ini menghasilkan warna hitam pekat pada biji keluwek dan menetralkan racun sianida.
  4. Pengeringan:
    Setelah difermentasi, biji keluwek dikeringkan agar lebih awet dan mudah digunakan dalam masakan.

Keluwek dalam Kuliner Nusantara

Keluwek adalah bahan utama yang memberikan warna hitam khas dan rasa gurih pada beberapa masakan Nusantara. Berikut beberapa hidangan populer yang menggunakan keluwek:

  1. Rawon:
    Sup daging khas Jawa Timur dengan kuah hitam pekat yang gurih dan kaya rempah.
  2. Keluak Soup (Indonesia Timur):
    Hidangan sup daging atau ikan dengan keluwek sebagai bumbu utama, menghasilkan cita rasa yang kaya.
  3. Pindang Keluak (Sumatera Selatan):
    Masakan ikan dengan kuah hitam dan rasa asam-manis-gurih.
  4. Ayam Keluak (Manado):
    Olahan ayam dengan bumbu keluwek dan rempah khas Sulawesi Utara.

Harga Buah Keluwek di Pasaran

Di Indonesia, keluwek cukup mudah ditemukan di pasar tradisional atau toko bumbu. Harganya bervariasi tergantung lokasi dan kualitas, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Keluwek ini sifatnya musiman, harga keluwek dapat naik pada waktu tertentu, terutama di luar musim panen.

Ringkasan

Buah keluwek adalah salah satu bahan khas Nusantara yang unik, beracun saat segar tetapi kaya rasa setelah diolah. Dengan proses fermentasi yang panjang, keluwek menjadi aman dikonsumsi dan memberikan cita rasa gurih khas pada masakan seperti rawon dan pindang.

Selain lezat, keluwek juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan, meskipun harus digunakan dengan hati-hati. Jadi, jika kamu pencinta masakan tradisional, keluwek adalah bahan wajib yang harus ada di dapurmu!

Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel.

Artikel Trending