Keriting Daun Pada Cabai: Ini Penyebab dan Cara Pengendaliannya

Infarm
06 February 2023
.
Keriting Daun Pada Cabai: Ini Penyebab dan Cara Pengendaliannya
480
.

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting karena mempunyai minat tinggi di masyarakat Indonesia. Namun, tanaman Cabai sangat tentan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama pada saat musim hujan. Selain itu, penyakit tanaman cabai juga dapat disebabkan oleh bakteri, jamur atau cendawan bahkan hama.

Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman cabai adalah kertiitng daun. Serangan ini menyebabkan sebagian besar daunnya mengerting, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Mengapa Daun Cabai Mengeriting ?

Keriting daun pada cabai merupakan salah satu keadaan fisik daunnnya berubah menjadi keriting, kuning, kurus dan rontok. Keadaan tersebut menyebabkan nutrisi yang telah diberikan tidak bisa diproses secara sempurna, sehingga tanaman tidak bertumbuh baik dan produktivitas tanaman menjadi turun.

Penyakit keriting daun pada cabai dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti kekurangan air, kurang perawatan, kondisi benih. Keriting pada daun cabai juga bisa disebabkan oleh serangan hama atau disebut organisme pengganggu tanaman (OPT).

Penyebab Daun Cabai Keriting

Pada serangan daun keriting karena hama masih berpeluang besar untuk disembuhkan ketimbang penyakit akibat virus. Ada beberapa jenis hama yang bisa menyebabkan keriting daun, seperti hama thirps, tungau dan kutu daun. Berikut penjelasan lengkap masing – masing hama:
1. Hama Thrips
Hama Thrip memiliki mobilitas (pergerakan) yang sangat tinggi, mampu meloncat ke tanaman lain. Hama ini menyerang dengan cara meghisap cairan pada tunas muda atau pucuk daun.  Gejala yang ditimbulkan yaitu adanya bercak-bercak putih perak atau kekuning-kuningan terutama pada permukaan bawah daun cabai.
 
Bercak-bercak awalnya tampak dekat dengan tulang daun kemudian melebar hingga menguning seluruh permukaan daunnya. Serangan berat daun menjadi berwarna coklat, mengeriting, dan menggulung ke atas. Pada akhirnya pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan tidak dapat menghasilkan bunga.
 
2. Hama Tunga
Hama tungau yang sering menyerang tanaman cabe ialah tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranycus sp.). Serangan tungau dimulai dari pucuk daun atau tunas muda. Serangannya dilakukan dengan menghisap jaringan mesofil, sehinga menghambat fotosintesis pada tanaman.
 
Serangan ditandai dengan munculnya bintik kuning di permukaan daun yang lama-kelamaan melebar lalu berubah menjadi kecokelatan dan akhirnya menghitam. Daun yang terserang mengalami perubahan bentuk dan pertumbuhan tunas terhenti. Bagian bawah daun berwarna seperti tembaga dan terdapat benang-benang putih halus. Pada serangan parah, daun-daun cabai berguguran hingga tidak tersisa sama sekali, tunas menghitam kecoklatan dan mati.
 
3. Hama Kutu Daun
Hama kutu daun mempunyai ukuran yang besar dan tidak mudah meloncat. Hama ini bukan hanya menyerang daun, tetapi juga menyerang bagian batang dengan cara menghisap cairan tanaman. Punya sifat bergerombol, dan sering bersembunyi dibawah daun, hingga batang tanaman.

Gejala serangan kutu daun hampir mirip dengan serangan tungau. Akibat cairan daun yang dihisapnya, daun menjadi melengkung ke atas, mengeriting, dan belang-belang. Daun seringkali menjadi layu, menguning, dan akhirnya rontok. Kutu daun memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat, karena selain dapat memperbanyak diri dengan perkawinan biasa, hama ini juga mampu bertelur tanpa pembuahan.

Baca Juga: Busuk Batang Pada Cabai : Gejala dan Cara Pengendalian

Cara Pengendalian Keriting Daun

Tanaman cabe sering terkena penyakit keriting daun yang memengaruhi produksinya. Beberapa penyebab daun keriting telah disebutkan sebelumnya, seperti hama, lingkungan, perawatan yang tidak tepat.

Upaya pengendalian penyakit ini yang paling utama ditujukan kepada serangga vektor penyakit virus tersebut. Selama ini masyarakat masih mengandalkan penggunaan pestisida kimia sintetis, namun bila pemakaiannya tidak bijaksana dikhawatirkan menimbulkan residu pestisida pada buah cabai, berbahaya terhadap kesehatan, serta menyebabkan pencemaran lingkungan hidup. Untuk pencegahan alami, kalian bisa menggunakan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga