.
.
Banyak faktor yang perlu diperhatikan agar tanaman mendapat hasil yang optimum dan mutu yang baik, diantaranya adalah faktor pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) karena salah satu kendala penyebab rendahnya hasil produksi yaitu gangguan penyakit yang dapat menyerang sejak tanaman di persemaian sampai hasil panennya.
Dalam meningkatkan hasil tanaman cabai sering mengalami serangan penyakit tular tanah, salah satunya yaitu jamur Fusarium oxysporum f.sp. Penyakit layu Fusarium oxysporum merupakan penyakit pada banyak jenis tanaman, terutama menyerang tanaman cabai sejak di pembibitan sampai tanaman berproduksi.
Baca Juga: Jurus Menghindari Tanaman Cabai Dari Serangan Virus Gemini
Gejala Layu Fusarium
Penyakit layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum yang berkembang cepat pada kondisi tanah lembab terutama pada cabai yang ditanam musim penghujan, penularan dilakukan dengan spora terutama melalui perantaraan aliran air dan peralatan pertanian. Penyakit ini menyerang pangkal batang sehingga mengakibatkan kerugian besar bahkan kegagalan penanaman.
Tanaman yang terserang akan menunjukan gejala tulang daun dewasa berwarna kuning kemudian berangsur-angsur daun menjadi layu. Jamur penyebab penyakit berada dalam pembuluh kayu dan pada pangkal batang diselimuti seperti jalinan benang berwarna putih dan kulit batang yang mulai membusuk.
Penyakit layu fusarium dapat menyebabkan matinya tanaman sehingga mengakibatkan gagal panen, selain itu penularan penyakit berlangsung. Gejala serangan layu fusarium tidak jauh beda dengan penyakit karena layu bakteri. Biasanya tanaman yang terserang layu bakteri akan kering dan mati dalam jangkwa waktu berkisar 2-3 hari, sedangkan serangan layu fusarium proses infeksinya membutuhkan waktu 7-10 hari lebih lama.
Pengendalian Layu Fusarium
Jamur fusarium dapar bertahan pada tanah dengan jangka watu yang sangat lama. Faktor penyebabnya bisa berasal dari media tanam ataupun jenis benih yang digunakan. Walaupun bisa mengakibatkan kematian tanaman. Penyakit ini masih bisa dikendalikan pupulasinya dengan cara mencegah perkembangbiakan cendawan atau jamur tersebut.
Baca Juga: Pengendalian Ampuh Penyakit Antraknosa Pada Cabai
Untuk mendukung proses pencegahannya minfarm bakal kasih tau cara pengendalian penyakit layu fusarium pada cabai, yuk simak
1. Gunakan Benih Tangguh
Penggunaan benih yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit menjadi langkah awal agar tanaman tumbuh sehat. Selain itu, sebaiknya benih direndam terlebih dahulu menggunakan larutan fungisida yang bersifat sistemik. Dengan hal tersebut diharapkan benih yang tumbuh akan semakin kuat terhadap serangan jamur.
2. Mencabut Tanaman
Tanaman cabai yang terlihat seperti terserang layu fusarium sebaiknya segera dicabut dari tempatnya atau kalian juga bisa membakar tanaman tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penuluran ke tanaman lain. Selain itu jika memungkinkan jangan memakai kembali tanah tersebut, karena cendawan ini masih bisa berkembang biak pada media tersebut atau semprotkan saja menggunaka fungisida.
3. Penggunaan Trichoderma
Penggunaan fungisida alami seperti trichoderma ini memang sangat efektif untuk menekan jumlah perkembangan jamur fusarium. Caranya kalian dapat mengaplikasikan dengan mencampurkan secara bersamaan pada pupuk kandang atau media tanam dasarnya, kalian juga bisa melakukan dengan cara dikocor pada masing-maisng lubang tanam.
4. Pemberian Pupuk Secara Tepat.
Penggunaan pupuk yang tepat sesusi kandungan dan fungsinya sangatlah penting untuk menunjang kesehatan tanaman. Pada kasus in sebaiknya jangan menggunakan pupuk yang mengandung unsur N tinggi seperti urea. Penggunaan urea yang berlebihan bisa mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit, kalian bisa menggunakan pupuk NPK agar keseimbangannya terjaga.
5. Kebersihan Alat Pertanian
Penggunaan alat pertanian harus dijaga kebersihanya, apalagi sering dugunakan pada media atau tanaman yang berbeda. Jamur-jamur penyebab fusarium dapar berkembangbiak dalam alat tersebut, maka dari itu cuci alat-alat pertanian sobat infarm agar tetap terjaga kebersihannya.