.
.
Dalam budidaya cabai selalu menemukan kendala atau permasalahan, baik itu penanaman sistem polybag maupun skala lahan luas. Kendala tersebut bisa dikarena perawatan yang kurang tepat, hingga serangan hama dan penyakit pada tanaman.
Salah satu hal yang sering menjadi permasalahan adalah daun tanaman cabai mengalami kuning gosong dan kering seperti terbakar. Akibatnya daun akan mengalami kerontokan, sehingga tanaman tidak tumbuh dengan baik.
Baca Juga: Pengendalian Ampuh Penyakit Antraknosa Pada Cabai
Penyebab Daun Cabai Terbakar
Penyebab terjadinya serangan daun terbakar dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tanaman kekurangan air (dehidrasi), cuaca ekstrem (terlalu panas), terserang hama dan penyakit, dan yang paling sering terjadi karena kelebihan unsur Nitrogen (N).
Kelebihan unsur N pada tanaman ternyata sangat tidak bagus, hal ini karena dapat menyebabkan daun tanaman mengalami gejala kerusakan sel dan jaringan dasar lainnya. Faktor kelebihan unsur N juga mengakibatkan tanaman sulit menangkap energi foton ketika melakukan fotosintesis.
Kesulitan dalam berfotosintesis diakibatkan kerusakan pada pigmen klorofil yang teroksidasi secara berlebihan dari unsur. Sehingga daya tahan daun semakin berkurang, karena klorofilm teracuni unsur N dalam jumlah yang berlebihan.
Serangan ini juga bisa disebabkan oleh jamur phytophthora yang sering dating pada musim hujan. Jamur ini membuat bercak-bercak pada pucuk tanaman dan lama-lama mengering dan gosong seperti terbakar. Jika tidak segera dikendalikan, maka akan berdampak pada kematian tanaman.
Baca Juga: Gejala dan Pengendalian Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai
Cara Mengatasi Daun Cabai Terbakar
Jika melihat tanaman cabai kalian layu, mungkin disebabkan akarnya mengalami kepanasan akibat dosis pupuk yang berlebihan. Sebaiknya pemupukan dilakukan dengan dosis yang tepat, khusunya unsur Nitrogen. Namun jika kelebihan tanaman akan berubah menjadi layu dan daunnya akan mengalami kerusakan seperti terbakar.
Untuk mengatasi hal tersebut, bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:
- Melakukan pemupukan dengan dosis yang tepat, khusunya yang mengandung unsur Nitogen. Pastikan dosis yang digunakan sesuai dengan umur tanaman.
- Pemupukan harus diimbangi dengan penyiraman yang rutin. Fungsi air yaitu sebagai pelarut senyawa organiik ataupun anorganik.
- Memberikan pencahayaan yang cukup pada tiap tanaman, karena ini berguna untuk proses fotosintesis pada tanaman
- Pemupukan dilakukan secara rutin dan terjadwal, pastikan interval waktu pemupukan tidak terlalu dekat.
- Menjaga ph tanah agar tetap netral sehingga jamur tidak bisa berkembang biak
- Jika sudah terlanjur ada daun cabai yang terbakar, maka lebih baik dicabut saja dan menyulam dengan tanaman yang baru.
Langkah-langkah tersebut penting untuk dilakukan agar tanaman cabai kalian tetap tumbuh subur. Penting juga untuk menggunakan pupuk kimia secara bijaksana, agar tetap menjaga kesehatan lingkungan sekitar. Kalian juga bisa menggunakan pupuk organik yang lebih aman untuk lingkungan maupun tanaman.