9 Tips Menanam Tomat di Pot Agar Berbuah Lebih Cepat

Infarm
14 June 2024
.
9 Tips Menanam Tomat di Pot Agar Berbuah Lebih Cepat
1120
.

Menanam tomat merupakan salah satu kegiatan bercocok tanam yang cukup populer di Indonesia. Tomat adalah tanaman yang mudah ditanam, tidak memerlukan lahan yang luas, dan dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Tomat juga memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh kita, karena kaya akan nutrisi dan antioksidan.

Baca Juga: Hindari Menanam 6 Tumbuhan Ini di Dekat Tomat, Bikin Gagal Berbuah

Tips Menanam Tomat

Menanam tomat di pot adalah cara yang mudah dan menyenangkan untuk memulai kebun di rumahmu sendiri. Namun, meskipun tomat terlihat mudah ditanam, ada beberapa tips dan trik yang harus diperhatikan agar hasil panen kita maksimal.

1. Pilih Pot yang Tepat
Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah memilih pot yang tepat. Pot yang ideal untuk menanam tomat harus memiliki diameter setidaknya 30 cm dan kedalaman setidaknya 45 cm. Pot yang lebih besar akan memberikan ruang yang lebih luas bagi akar tomat untuk tumbuh. Selain itu, pilih pot yang terbuat dari bahan yang cukup kuat, seperti tanah liat atau plastik tebal, sehingga pot dapat bertahan lama.
 
2. Pilih Tanah yang Cocok
Selanjutnya, kalian harus memilih tanah yang cocok untuk menanam tomat. Tanah yang baik harus memiliki kandungan nutrisi yang cukup dan dapat menahan air dengan baik. kalian dapat membeli tanah pot khusus di toko pertanian atau membuat campuran tanah sendiri. Campuran tanah yang baik terdiri dari tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan yang sama.
 
3. Pilih Jenis Tomat yang Tepat
Setelah memilih pot dan tanah yang tepat, kalian perlu memilih jenis tomat yang tepat untuk ditanam di pot. Beberapa jenis tomat yang cocok untuk ditanam di pot adalah tomat ceri, tomat roma, dan tomat grape. Tomat ceri lebih kecil dan lebih mudah dikendalikan, sedangkan tomat roma dan grape lebih cocok untuk dijadikan saus.
 
4. Tanam Bibit Tomat
Ketika memulai menanam bibit tomat di pot, pastikan bahwa bibit tomat memiliki ukuran yang cukup besar, setidaknya 15 cm. Jangan tanam bibit yang terlalu kecil atau terlalu besar karena akan sulit untuk menyesuaikan akarnya dengan pot. Sebelum menanam bibit, campurkan tanah dengan pupuk organik untuk memberikan nutrisi yang cukup.
 
5. Penyiraman dan Pemupukan
Tomat membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Pastikan bahwa tanah di pot selalu lembab tetapi tidak terlalu basah. kalian juga perlu memberi pupuk setiap dua minggu sekali untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi tomat. Gunakan pupuk organik seperti kotoran sapi atau kotoran ayam.
 
6. Tempatkan Pot di Tempat yang Tepat
Tomat membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Pastikan bahwa pot ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung selama setidaknya 6 jam sehari. Jangan letakkan pot di tempat yang terlalu panas atau terlalu dingin, karena ini dapat memengaruhi pertumbuhan tomat.
 
7. Pemangkasan Tomat
Untuk memastikan pertumbuhan yang optimal, kalian perlu memangkas bagian-bagian dari tanaman tomat yang tidak diperlukan. Setiap kali tomat tumbuh, akan ada beberapa cabang dan daun yang tidak diperlukan, yang akan mengambil nutrisi dari tanaman dan menghambat pertumbuhannya. Oleh karena itu, pemangkasan perlu dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa tanaman tomat hanya memiliki bagian-bagian yang diperlukan.
 
Untuk memangkas tanaman tomat, gunakan gunting tajam dan bersih. Mulailah dengan memangkas cabang yang tumbuh dari pangkal tanaman, dan cabang-cabang yang tumbuh di bagian bawah tanaman, karena biasanya cabang-cabang ini akan mengambil nutrisi dari tanah tanpa memberikan manfaat signifikan bagi tanaman. Selain itu, juga perlu memangkas daun-daun yang terlihat tidak sehat atau rusak.
 
Pemangkasan yang tepat dapat membantu tanaman tomat tumbuh lebih baik dan menghasilkan buah yang lebih banyak dan lebih besar. Selain itu, pemangkasan juga membantu sirkulasi udara dan penyerapan sinar matahari, yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman tomat.
 
8. Lindungi Tanaman dari Hama dan Penyakit
Tomat dapat diserang oleh hama dan penyakit seperti kutu, ulat, dan jamur. Untuk melindungi tanaman tomatmu dari hama dan penyakit, pastikan untuk memeriksa tanaman secara teratur dan mengambil tindakan pencegahan jika diperlukan.
 
Salah satu cara untuk melindungi tanaman tomat adalah dengan menggunakan insektisida alami seperti minyak neem atau larutan air dan sabun. Selain itu, pastikan juga untuk membuang daun-daun yang terlihat rusak atau terinfeksi penyakit, karena ini dapat menyebar ke seluruh tanaman dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar.
 
9. Panen Buah Tomat yang Matang
Tomat dapat dipanen ketika buahnya sudah matang dan berwarna merah atau oranye. Untuk memeriksa kematangan tomat, perhatikan warna kulitnya dan sentuhan kelembutan. Jika tomat masih keras dan berwarna hijau, maka belum matang sepenuhnya dan perlu menunggu beberapa hari lagi sebelum dipanen.
 
Untuk memanen tomat, gunakan gunting atau tanganmu dengan lembut untuk memetik buah. Jangan menarik buah tomat secara kasar karena dapat merusak tanaman dan memengaruhi pertumbuhannya di masa depan.
 
Menanam tomat memang mudah, namun memerlukan perhatian dan pemeliharaan yang baik untuk menghasilkan panen yang maksimal. Dengan mengikuti tips dan trik di atas, diharapkan tanaman tomat yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang sehat dan lezat. Selamat mencoba!
 

Penyebab Tanaman Tomat Tidak Berbuah

Tanaman tomat sebenarnya mudah dalam hal perawatannya. Sayangnya, terkadang tanaman tomat juga menemui permasalahan dalam proses penanamannya, sehingga berdampak pada produktivitas buahnya. berikut minfarm kasih penyebab penyebab tanaman tomat tidak berbuah.

Baca Juga: Kenapa Tanaman Tomat Tidak Mau Berbuah? Ini Penyebabnya

1. Cuaca Terlalu Panas
Tanaman tomat membutuhkan suhu yang normal untuk berbuah, yaitu sekitar 18-23˚ C. Jika suhu terlalu tinggi atau panas, tanaman tomat akan sulit berbunga dan berbuah. Jika tanaman tomat memiliki banyak bunga tapi tidak berbuah, kemungkinan suhu lingkungannya terlalu dingin dan basah atau terlalu panas dan kering.
 
2. Kelembapan Tidak Seimbang
Pada kondisi kelembapan yang tinggi membuat  serbuk sari lengket, sehingga akan menggumpal dan gagal jatuh ke kepala putik betina. Namun jika kondisi sangat kering akan berefek sebaliknya. Jika memiliki kelembapan yang tinggi harus memberikan sirkulasi udara yang memadai dan memberikan jarak tanam yang ideal. Tetapi, jika kelembapan rendah atau kering maka harus melakukan penyiraman dengan rutin.
 
3. Kendala Penyerbukan
Biasanya penyerbukan bunga tomat memang sering dibantu oleh hewan. Namun jika kondisi cuaca sedang berangin atau basah, maka aktivitas hewan polinator seperti lebah akan berkurang dan memengaruhi proses produksi buah pada tanaman.
 
Tetapi kalian juga bisa membantu penyerbukaan pada tanaman, dengan teori “GGS” yaitu goyang getar sentil. Tahapan ini sama halnya meniru tindakan lebah dengan mmberikan getaran pada tanaman tersebut.
 
4. Kurang Pencahayaan
Tanaman tomat menyukai area yang terdapat cahaya matahri, minimal dalam sehari rutin terpapar cahaya matahari sekitar 6 jam. Jika tidak terpenuhi, tanaman tomat hanya akan tumbuh daunnya saja, sehingga produktivitas bunga menjadi sedikit.
 
5. Pemupukan Tidak Tepat
Pemupukan yang tepat adalah kunci dari pertumbuhan tanaman. Setelah muncul bunga pada tanaman tomat, pemakaian pupuk organik harus memiliki tingkat potasium dan kalium yang tinggi. Kalian bisa menggunakan produk Pupuk Organic Cair Buah Infarm, Ini dapat mendorong munculnya bunga dan buah yang lebih banyak.
 
Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel.

Artikel Trending